beritajalan.web.id Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, membentuk Petugas Ruas Jalan (PRJ) untuk menjaga ketertiban dan fungsi utama jalan protokol. Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap ruas jalan di Surabaya dapat kembali menjalankan fungsi dasarnya. Mulai dari arus lalu lintas, kenyamanan pedestrian, hingga kebersihan kawasan.
PRJ bukan tim biasa. Ini adalah gabungan petugas dari berbagai dinas dan lembaga. Mereka terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Petugas Pemadam Kebakaran (PMK). Dengan susunan ini, Eri ingin memastikan setiap masalah di lapangan bisa ditangani lebih cepat dan terkoordinasi.
Menurut Eri, PRJ dibentuk sebagai representasi seluruh Pemkot Surabaya. Ia menegaskan bahwa tim ini bekerja atas nama pemerintah kota, bukan atas nama dinas masing-masing. Dengan pola kerja seperti ini, koordinasi di lapangan diharapkan jauh lebih efektif.
Penyebaran PRJ di 54 Ruas Jalan Kota Surabaya
PRJ disebar di 54 ruas jalan protokol Surabaya. Titik-titik tersebut dipilih berdasarkan kepadatan aktivitas warga serta tingkat pelanggaran yang sering terjadi. Lokasi penempatan dibagi berdasarkan wilayah kota untuk mempermudah pengawasan.
Di Surabaya Selatan terdapat 9 titik pengawasan. Surabaya Pusat menjadi wilayah dengan titik terbanyak, yaitu 16 titik. Di wilayah Timur ditempatkan 9 titik, wilayah Utara 14 titik, dan Surabaya Barat mendapat 6 titik pengawasan. Setiap titik akan dijaga oleh personel gabungan yang bertugas secara bergantian.
Penyebaran tim yang merata ini diharapkan mampu menjaga seluruh jalur utama di Surabaya tetap tertib. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan kenyamanan dalam beraktivitas, baik pengguna kendaraan maupun pejalan kaki.
Tugas Utama PRJ dalam Menata Kawasan Surabaya
Eri memberikan instruksi tegas terkait tugas PRJ. Salah satu tugas utamanya adalah memastikan tidak ada parkir liar di tepi jalan umum dan pedestrian. Parkir liar sering kali menghambat arus lalu lintas dan mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Selain itu, PRJ bertugas menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar. Banyak PKL yang masih menempati trotoar dan badan jalan. Penertiban ini dilakukan agar lahan pedestrian kembali berfungsi sebagai ruang aman bagi pejalan kaki. Pemerintah ingin menciptakan kota yang tertata dan ramah bagi semua warga.
PRJ juga bertanggung jawab menjaga kebersihan. Mereka harus memastikan area kerja bebas dari sampah dan kotoran. Bila ditemukan tumpukan sampah atau bau tidak sedap, tim PRJ bekerja sama dengan DLH untuk membersihkannya. Dengan begitu, lingkungan jalan tetap rapi dan sehat bagi masyarakat.
Selain itu, PRJ harus menanggapi kecelakaan dengan cepat. Dengan adanya petugas dari dinas berbeda, proses penanganan dapat dilakukan secara terpadu. BPBD dan PMK dapat memberikan bantuan penanggulangan, sementara Dishub membantu mengatur lalu lintas di titik kejadian.
Eri: PRJ Adalah Wujud Pelayanan Kota yang Lebih Cepat
Eri menjelaskan bahwa PRJ dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kota yang lebih cepat. Menurutnya, masalah di lapangan membutuhkan respons instan, bukan menunggu rapat antar dinas. Kehadiran PRJ memungkinkan pemerintah merespons berbagai permasalahan secara langsung.
Ia menegaskan bahwa PRJ akan menjadi garda terdepan pemerintah kota. Masyarakat bisa langsung melihat perubahan melalui kerja nyata petugas di jalan. Eri ingin setiap petugas menjalankan tugasnya dengan disiplin tinggi dan penuh tanggung jawab.
Ia juga menyampaikan bahwa gabungan dinas dalam PRJ menciptakan kekuatan baru. Dengan petugas dari berbagai instansi, setiap masalah yang muncul di jalur protokol dapat terselesaikan dengan cepat. Setiap petugas membawa keahlian berbeda, sehingga penyelesaian masalah dapat dilakukan lebih menyeluruh.
Pengawasan Jalan yang Lebih Terarah dan Efektif
Dengan adanya PRJ, pengawasan jalan protokol menjadi lebih terarah. Bahkan, titik yang selama ini sulit terpantau kini dijaga secara rutin. Setiap ruas jalan memiliki catatan harian untuk memudahkan evaluasi. Jika ditemukan pelanggaran berulang, segera dibuat langkah penanganan.
Penertiban parkir liar menjadi fokus utama karena pelanggaran ini banyak ditemukan. Parkir yang tidak sesuai aturan menghambat mobilitas dan menimbulkan risiko kecelakaan. PRJ akan memberikan tindakan tegas untuk memastikan pelanggaran tidak terulang.
Fungsi pedestrian juga mendapat perhatian besar. Trotoar harus menjadi tempat aman bagi pengguna jalan nonmotor. Jika ada PKL, kendaraan, atau benda lain yang menghalangi, PRJ wajib menertibkan tanpa menunggu instruksi tambahan.
Harapan Besar untuk Ketertiban Kota Surabaya
Melalui PRJ, Pemkot Surabaya berharap seluruh ruang publik kembali tertata. Kota harus nyaman, aman, dan bebas hambatan bagi warganya. Penataan 54 ruas jalan adalah langkah awal untuk mewujudkan kota yang lebih tertib.
Eri ingin Surabaya menjadi contoh kota yang tegas dalam menjaga ruang publik. Ia yakin kerja gabungan ini akan memperlihatkan dampak positif dalam waktu dekat. Dengan petugas yang siaga dan disiplin, masyarakat dapat merasakan perubahan nyata di jalan-jalan utama kota.
Ke depan, Eri membuka peluang memperluas titik pengawasan jika dibutuhkan. Ia mengajak warga Surabaya ikut menjaga ketertiban dengan tidak melanggar aturan jalan. Dengan kerja bersama, Surabaya bisa menjadi kota yang lebih rapi, modern, dan manusiawi.

Cek Juga Artikel Dari Platform wikiberita.net
