beritajalan.web.id Kerusakan parah di Jalan Alinda Raya, Kelurahan Kaliabang Tengah, telah lama menjadi keluhan warga. Jalan yang seharusnya menjadi jalur penghubung utama aktivitas permukiman dan ekonomi itu kini dipenuhi lubang dengan berbagai ukuran. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut tertutup genangan air, membuat pengendara sulit memperkirakan kedalamannya dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Warga menilai kondisi jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan. Kendaraan roda dua kerap tergelincir, sementara mobil harus melaju pelan untuk menghindari kerusakan pada bagian bawah kendaraan. Situasi ini berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan menyeluruh dari pihak berwenang.
Inisiatif Swadaya dari Warga
Karena tak kunjung diperbaiki, warga akhirnya mengambil inisiatif melakukan perbaikan seadanya secara swadaya. Mereka mengumpulkan dana secara urunan untuk menimbun lubang-lubang di badan jalan. Material yang digunakan pun sederhana, mulai dari tanah, puing batu, hingga kerikil yang mudah didapat.
Upaya ini dilakukan demi menjaga kelancaran aktivitas harian. Bagi warga sekitar, menunggu perbaikan resmi dianggap terlalu lama, sementara risiko kecelakaan terus mengintai setiap hari. Inisiatif tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan terhadap kondisi infrastruktur lingkungan.
Partisipasi Pengguna Jalan
Tidak hanya warga sekitar, sejumlah pengguna jalan yang melintas juga ikut memberikan sumbangan. Ada yang menyumbang material, ada pula yang memberikan uang receh untuk membantu proses penimbunan. Di beberapa titik, tampak warga secara bergantian menguruk lubang agar permukaan jalan lebih rata, meski hanya bersifat sementara.
Menurut warga, cara ini memang bukan solusi jangka panjang. Namun setidaknya dapat mengurangi risiko kecelakaan dalam waktu dekat. Perbaikan darurat ini sering kali harus diulang karena material urukan mudah terkikis saat hujan atau dilindas kendaraan berat.
Keluhan yang Berulang
Seorang warga setempat, Yono, mengungkapkan bahwa kondisi jalan rusak sudah berlangsung lama. Ia menyebut pernah ada perbaikan dari pemerintah, tetapi tidak bertahan lama dan kembali rusak. Hal ini menimbulkan kekecewaan karena warga merasa perbaikan dilakukan tanpa kualitas yang memadai.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka menilai kerusakan jalan seolah menjadi masalah yang berulang tanpa solusi permanen. Setiap kali rusak, warga harus kembali berinisiatif sendiri agar jalan tetap bisa dilalui dengan aman.
Dampak terhadap Aktivitas Warga
Kerusakan Jalan Alinda Raya berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial warga. Pedagang kecil kesulitan menerima pasokan barang karena kendaraan enggan melintas. Anak-anak sekolah dan pekerja harus ekstra hati-hati saat berangkat dan pulang.
Bagi pengemudi ojek dan kurir, kondisi ini memperlambat waktu tempuh dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Tidak jarang kendaraan mengalami kerusakan akibat menghantam lubang yang tidak terlihat, terutama pada malam hari.
Isu Infrastruktur Perkotaan
Kondisi Jalan Alinda Raya mencerminkan persoalan infrastruktur perkotaan yang masih menjadi tantangan. Di wilayah padat penduduk seperti Kota Bekasi, jalan lingkungan memegang peranan penting dalam mendukung mobilitas warga. Ketika jalan rusak dan tidak segera diperbaiki, dampaknya terasa luas.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap perawatan jalan lingkungan. Perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkualitas dinilai lebih efisien dibandingkan perbaikan tambal sulam yang cepat rusak kembali.
Harapan Akan Perbaikan Permanen
Meski telah melakukan perbaikan swadaya, warga tetap berharap adanya perbaikan permanen dari pemerintah. Mereka menginginkan pengerjaan yang menggunakan material berkualitas dan sistem drainase yang baik agar kerusakan tidak terulang.
Perbaikan permanen juga diharapkan mampu meningkatkan nilai lingkungan dan keselamatan pengguna jalan. Jalan yang layak akan mendorong aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.
Peran Pemerintah dan Aspirasi Warga
Warga menilai aspirasi mereka perlu mendapat respons cepat. Jalan Alinda Raya bukan hanya fasilitas umum biasa, melainkan urat nadi aktivitas harian. Pemerintah daerah diharapkan turun langsung melihat kondisi di lapangan agar solusi yang diberikan sesuai kebutuhan.
Transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan perbaikan juga menjadi harapan warga. Dengan komunikasi yang baik, warga merasa lebih dihargai dan dilibatkan dalam pembangunan lingkungan.
Gotong Royong sebagai Cerminan Kepedulian
Aksi urunan warga menimbun jalan rusak menunjukkan kuatnya semangat gotong royong. Meski menghadapi keterbatasan, warga memilih bekerja sama demi kepentingan bersama. Nilai kebersamaan ini menjadi kekuatan sosial yang patut diapresiasi.
Namun demikian, gotong royong tidak seharusnya menjadi pengganti tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang layak. Upaya warga semestinya menjadi pemantik agar pihak berwenang segera bertindak.
Kesimpulan
Kerusakan Jalan Alinda Raya di Bekasi Utara telah memaksa warga mengambil langkah swadaya demi keselamatan dan kelancaran aktivitas. Meski bersifat sementara, aksi urunan warga mencerminkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi.
Ke depan, warga berharap adanya perbaikan permanen yang berkualitas agar masalah jalan rusak tidak terus berulang. Jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Cek Juga Artikel Dari Platform ketapangnews.web.id
