beritajalan.web.id Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh kembali melaksanakan pemeliharaan rutin pada jalan provinsi. Kegiatan ini mencakup pekerjaan patching atau penambalan lubang di beberapa ruas jalan strategis di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pemeliharaan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas ruas jalan yang sering digunakan warga, terutama sebagai penghubung antarwilayah.

Kegiatan patching difokuskan pada dua titik utama. Lokasi pertama berada di ruas Jalan Cot Iri – Simpang Siron di Aceh Besar. Lokasi kedua dilakukan di ruas Jalan Mayjen T. Hamzah Bendahara di Kota Banda Aceh. Kedua lokasi itu dipilih karena tingkat aktivitas lalu lintasnya cukup tinggi dan menjadi jalur mobilitas harian masyarakat.

Koordinasi Tim PUPR Aceh untuk Pekerjaan Malam Hari

Pemeliharaan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Tim mulai bekerja sejak malam dan menyelesaikan patching secara bertahap. Pemilihan waktu malam dilakukan untuk mengurangi risiko kemacetan dan memberikan keamanan lebih bagi pekerja serta pengguna jalan.

Pekerjaan ini melibatkan tim teknis dari UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah I. Mereka bekerja bersama pengawas lapangan dan PPTK pemeliharaan. Koordinasi di lapangan dilakukan secara intens agar proses patching berjalan lancar. Penerangan sementara dipasang untuk membantu tim dalam melihat kondisi jalan secara jelas.

Penerapan Teknologi CPHMA sebagai Solusi Patching Cepat

Dinas PUPR Aceh menerapkan teknologi Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) dalam pekerjaan patching ini. Teknologi tersebut menggunakan aspal Buton yang telah diproses panas namun bisa diaplikasikan dalam kondisi dingin. Cara kerja ini sangat membantu proses pemeliharaan di wilayah yang sulit dijangkau mesin produksi aspal panas.

CPHMA menjadi pilihan karena lebih mudah dibawa, lebih cepat digunakan, dan memiliki daya rekat yang baik. Bahan ini memungkinkan pekerjaan patching dilakukan tanpa menunggu suhu tinggi. Teknologi ini juga mempercepat proses perbaikan, sehingga jalan bisa digunakan kembali dalam waktu lebih singkat.

Keunggulan CPHMA untuk Perbaikan Jalan Berkelanjutan

Teknologi CPHMA tidak hanya menutup lubang jalan. Bahan tersebut juga memperpanjang usia perkerasan. Dengan CPHMA, kerusakan kecil dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan besar. Metode ini sangat efisien untuk pemeliharaan rutin dan lebih hemat dibandingkan rekonstruksi total.

Keunggulan lainnya terletak pada ketahanan material. CPHMA mampu menahan perubahan cuaca, beban kendaraan, dan tekanan dari kondisi lalu lintas padat. Dengan kualitas tersebut, pengguna jalan dapat merasakan permukaan jalan yang lebih nyaman dan aman. Hal ini penting terutama untuk pengendara sepeda motor yang sangat bergantung pada kondisi jalan yang stabil.

Penjelasan PPTK Pemeliharaan Jalan PUPR Aceh

PPTK Pemeliharaan Rutin Jalan, Ir. Ruthmilla Devi, menyampaikan bahwa pekerjaan patching telah dilakukan sesuai arahan pimpinan PUPR Aceh. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pemeliharaan ini adalah menjaga kualitas layanan infrastruktur jalan agar tetap berfungsi maksimal.

Ruthmilla menegaskan bahwa pemeliharaan jalan yang konsisten dapat mengurangi risiko kecelakaan. Permukaan yang rata memberikan rasa aman bagi pengendara. Ia juga menambahkan bahwa pemeliharaan seperti ini perlu terus dilakukan agar kondisi jalan tidak menurun drastis.

Menurutnya, patching dengan CPHMA merupakan langkah praktis dan cepat. Penggunaan metode ini dapat menekan biaya operasional, terutama jika kerusakan bisa diperbaiki sebelum meluas. Pemeliharaan dini mengurangi kemungkinan dilakukannya perbaikan besar yang membutuhkan anggaran lebih besar.

Peran Tim Teknis dan Kolaborasi di Lapangan

Pekerjaan patching dipimpin oleh Kasi Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD, Ir. Ridhwan, bersama pembantu PPTK Abu Kasim, Sofian, dan Surya Elviyardi. Mereka mengatur proses kerja agar tetap aman, rapi, dan sesuai standar teknis.

Tim menggunakan peralatan pemadatan dan pembersihan untuk memastikan lubang benar-benar siap sebelum ditutup dengan CPHMA. Setelah bahan dituangkan, pekerja melakukan pemadatan hingga permukaan jalan kembali rata. Proses ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan kualitas patching terjaga.

Kolaborasi semua pihak sangat penting karena pekerjaan malam memerlukan fokus tinggi. Debu jalan, minimnya cahaya, dan mobilitas kendaraan menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

Dinas PUPR Aceh Tegaskan Komitmen Infrastruktur Berkualitas

PUPR Aceh menegaskan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur jalan yang aman dan berkualitas. Pemeliharaan rutin menjadi langkah utama untuk menjaga kelayakan ruas jalan provinsi. Penggunaan teknologi tepat guna, seperti CPHMA, juga diharapkan menjadi standar baru dalam kegiatan pemeliharaan.

Pemerintah Aceh melihat pemeliharaan rutin sebagai bagian dari pelayanan publik. Jalan yang baik membuka akses bagi kegiatan ekonomi, memperlancar transportasi, dan meningkatkan keselamatan. Dengan begitu, manfaat pemeliharaan jalan tidak hanya dirasakan secara teknis, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang Pemeliharaan

Melalui pekerjaan patching yang berkelanjutan, Dinas PUPR Aceh berharap ruas jalan tetap terjaga dengan baik sepanjang tahun. Pengguna jalan dapat menikmati jalur yang lebih mulus dan aman. Pekerjaan ini juga membantu mengurangi potensi kerusakan kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata.

Ke depan, pemerintah Aceh berencana memperluas penggunaan teknologi CPHMA pada ruas jalan lain yang membutuhkan perbaikan cepat. Jika implementasi berjalan lancar, kualitas jalan provinsi diharapkan semakin meningkat dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca maupun lonjakan lalu lintas.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online