beritajalan.web.id Pemerintah Kota Bandung terus bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait persoalan infrastruktur lingkungan. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, yang selama ini kerap terdampak jalan rusak, genangan air, serta permasalahan sanitasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan dilakukan secara konkret dan terarah. Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan program kewilayahan yang menekankan respons cepat terhadap persoalan lingkungan masyarakat.

Tindak Lanjut Program Siaga Lingkungan

Kunjungan lapangan tersebut merupakan lanjutan dari program Siskamling Siaga Bencana yang bertujuan memastikan wilayah rawan mendapatkan perhatian khusus. Program ini dirancang agar laporan warga tidak berhenti di tingkat administrasi, tetapi langsung ditindaklanjuti di lapangan.

Melalui pendekatan ini, pemerintah kota ingin membangun sistem respons yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi masalah besar.

Fokus di Wilayah RW Dua

Dalam pemantauan lapangan, Wali Kota Bandung memberikan arahan langsung di wilayah RW Dua Kelurahan Cirangrang. Wilayah ini selama bertahun-tahun menghadapi persoalan jalan rusak dan banjir yang muncul saat hujan turun.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada kesehatan lingkungan.

Pemerintah kota menilai penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial.

Jalan Rusak Mulai Tertangani

Lurah Cirangrang, Iwan Rijwan, melaporkan bahwa salah satu usulan warga telah rampung melalui pengaspalan hotmix menggunakan Program Perkasa. Perbaikan tersebut dinilai sudah memenuhi standar kualitas dan volume pekerjaan.

Perbaikan jalan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Warga menyambut baik hasil pekerjaan yang dinilai rapi dan fungsional.

Penanganan Sanitasi Jadi Prioritas

Selain perbaikan jalan, persoalan sanitasi menjadi fokus utama. Pemerintah kota memutuskan pembangunan septic tank sebagai solusi awal untuk memperbaiki sistem sanitasi warga.

Langkah ini diambil karena sistem pembuangan limbah yang kurang memadai dinilai menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran air.

Pembangunan septic tank direncanakan melalui pergeseran anggaran agar dapat segera direalisasikan tanpa hambatan administratif.

Drainase Tersumbat Pemicu Banjir

Ketua RW Dua Kelurahan Cirangrang, Asep Kardiman, menjelaskan bahwa banjir kerap terjadi akibat saluran air yang tersumbat, terutama di wilayah RT Satu.

Ketika hujan deras, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

Menurutnya, penyelesaian masalah harus dimulai dari pembenahan dasar, yakni sistem sanitasi dan saluran pembuangan.

Solusi Terpadu dari Hulu ke Hilir

Pemerintah kota menilai persoalan banjir tidak bisa diselesaikan dengan satu tindakan saja. Oleh karena itu, solusi yang diterapkan bersifat terpadu, mulai dari sanitasi, drainase, hingga peningkatan badan jalan.

Pendekatan dari hulu ke hilir ini diharapkan mampu mengurangi genangan air secara signifikan.

Dengan sistem yang terintegrasi, air hujan dapat langsung mengalir ke saluran utama tanpa hambatan.

Penambahan Drainase Sekitar Masjid

Warga juga mengusulkan penambahan drainase di sekitar area masjid yang kerap menjadi titik genangan saat hujan.

Pemerintah kota mencatat usulan tersebut sebagai bagian dari rencana lanjutan penataan lingkungan.

Penambahan saluran air diharapkan mampu memperlancar aliran dan mencegah genangan berulang.

Apresiasi Warga atas Respons Cepat

Langkah cepat Wali Kota Bandung mendapat apresiasi dari warga setempat. Keputusan yang diambil langsung di lapangan dinilai memberikan kepastian bagi masyarakat.

Warga merasa aspirasi mereka benar-benar didengar dan segera ditindaklanjuti.

Kepastian arah kebijakan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.

Usulan Berkelanjutan Lewat Musrenbang

RW Dua secara rutin mengajukan berbagai usulan pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan dan Program Prakarsa.

Beberapa usulan yang diajukan berkaitan dengan bedah rumah bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak.

Pemerintah kota telah menyetujui sebagian besar usulan tersebut sebagai bagian dari peningkatan kualitas permukiman.

Perbaikan Lingkungan dan Kualitas Hidup

Penanganan jalan, drainase, dan sanitasi di Cirangrang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.

Lingkungan yang bersih dan bebas banjir akan berdampak positif pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Pemerintah kota menargetkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Komitmen Pemkot Bandung

Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Penanganan infrastruktur lingkungan menjadi prioritas agar kota tumbuh secara berimbang.

Pendekatan partisipatif yang melibatkan warga dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

Dengan komunikasi terbuka, setiap persoalan dapat diselesaikan lebih cepat dan tepat sasaran.

Penutup

Langkah Pemkot Bandung dalam menuntaskan persoalan jalan rusak, banjir, dan sanitasi di Kelurahan Cirangrang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah terhadap kebutuhan warga. Penanganan terpadu yang dilakukan dari hulu ke hilir diharapkan mampu mengurangi banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Cirangrang diarahkan menjadi kawasan yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. Pemerintah kota optimistis bahwa pendekatan lapangan yang cepat dan solutif akan membawa perubahan berkelanjutan bagi warga Bandung.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online