beritajalan.web.id Semangat kewirausahaan terus tumbuh di kalangan mahasiswa, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kemandirian dan kreativitas sejak dini. Hal tersebut tampak jelas dalam ajang Entrepreneur Fair yang digelar di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan ide bisnis inovatif sekaligus melatih keberanian mengambil risiko.
Salah satu usaha mahasiswa yang menarik perhatian pengunjung adalah Es Chocoroti. Produk ini dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester awal. Kehadiran Es Chocoroti membuktikan bahwa ide bisnis tidak harus rumit. Dengan konsep sederhana, produk ini mampu menjawab kebutuhan konsumen modern yang menginginkan camilan praktis, sehat, dan mengenyangkan.
Ide Bisnis dari Kebutuhan Sehari-hari
Es Chocoroti lahir dari pengamatan sederhana terhadap kebiasaan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. Banyak orang membutuhkan camilan yang mudah dikonsumsi di sela aktivitas, tetapi tetap memberikan rasa kenyang dan nilai gizi. Dari kebutuhan tersebut, tim mahasiswa melihat peluang bisnis yang menjanjikan.
Produk ini memadukan roti dan susu cokelat dalam satu sajian minuman. Kombinasi tersebut menghasilkan tekstur yang unik sekaligus rasa yang familiar di lidah. Dengan konsep minuman bernutrisi, Es Chocoroti diharapkan dapat menjadi alternatif camilan yang lebih sehat dibandingkan jajanan instan lainnya.
Dikembangkan oleh Mahasiswa Semester Awal
Menariknya, Es Chocoroti dikembangkan oleh mahasiswa yang masih berada di semester awal perkuliahan. Produk ini digagas oleh Silvia Yuniawati bersama Suffahaq Aleisyaraya Bethraizis dan anggota tim lainnya. Mereka memanfaatkan momentum Entrepreneur Fair untuk menguji ide bisnis secara langsung kepada pasar.
Keberanian mahasiswa semester awal dalam menampilkan produk bisnis menjadi nilai tambah tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa semangat wirausaha dapat ditumbuhkan sejak dini, tanpa harus menunggu lulus atau memiliki modal besar. Yang dibutuhkan adalah ide, kemauan belajar, dan keberanian mencoba.
Konsep Produk yang Praktis dan Fleksibel
Es Chocoroti dikemas dalam beberapa pilihan kemasan, salah satunya travel pack. Konsep kemasan ini dirancang agar mudah dibawa dan dikonsumsi kapan saja. Konsumen tidak perlu repot, karena produk dapat dinikmati di sela aktivitas belajar, bekerja, maupun saat bepergian.
Selain praktis, produk ini juga menonjolkan unsur kenyang. Kandungan roti di dalamnya membuat Es Chocoroti berbeda dari minuman cokelat pada umumnya. Inovasi ini menjadi nilai jual utama yang menarik perhatian pengunjung pameran.
Entrepreneur Fair sebagai Sarana Pembelajaran Nyata
Entrepreneur Fair bukan sekadar ajang pameran produk. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Mereka belajar bagaimana memperkenalkan produk, berinteraksi dengan calon konsumen, serta menerima masukan secara langsung.
Bagi tim Es Chocoroti, ajang ini menjadi pengalaman berharga. Mereka dapat melihat respons pasar terhadap produk yang ditawarkan. Masukan dari pengunjung digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan produk ke depan.
Melatih Keberanian Mengambil Risiko
Dunia wirausaha identik dengan risiko. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk berani keluar dari zona nyaman. Mereka belajar bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Dengan mencoba langsung, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
Silvia Yuniawati menyampaikan bahwa tujuan utama timnya bukan hanya menjual produk. Mereka ingin belajar membangun bisnis sejak dini. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting di masa depan, baik sebagai wirausahawan maupun profesional.
Dukungan Kampus terhadap Jiwa Kewirausahaan
Penyelenggaraan Entrepreneur Fair menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen dengan ide bisnis mereka. Dukungan ini penting untuk menciptakan lulusan yang kreatif dan mandiri.
Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung. Hal ini sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri yang menuntut lulusan adaptif dan inovatif.
Potensi Es Chocoroti ke Depan
Dengan konsep yang sederhana dan mudah diterima pasar, Es Chocoroti memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Variasi rasa, pengembangan kemasan, serta strategi pemasaran digital menjadi peluang yang dapat digarap tim ke depan.
Produk ini juga berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya mahasiswa. Dengan positioning sebagai camilan praktis dan mengenyangkan, Es Chocoroti dapat menyasar pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum.
Menumbuhkan Generasi Wirausaha Muda
Kehadiran Es Chocoroti dalam Entrepreneur Fair menjadi contoh nyata semangat wirausaha generasi muda. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang. Inisiatif seperti ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda di masa depan.
Melalui keberanian mengambil risiko dan kreativitas dalam berinovasi, mahasiswa UBSI menunjukkan bahwa dunia kampus dapat menjadi tempat lahirnya ide-ide bisnis potensial. Es Chocoroti menjadi salah satu bukti bahwa langkah kecil yang dimulai sejak bangku kuliah dapat membuka peluang besar di kemudian hari.

Cek Juga Artikel Dari Platform infowarkop.web.id
