beritajalan.web.id Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengakselerasi pembangunan Jalan Lintas Tengah yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis di wilayah tersebut. Jalan ini dirancang menghubungkan kawasan Jalan Mali-Mali hingga Sirkuit Balipat di Rantau, Kabupaten Tapin, sebagai bagian dari penguatan konektivitas lintas kabupaten.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel, pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung pada 2028. Jalan Lintas Tengah diharapkan menjadi penghubung vital yang mampu mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik di wilayah tengah Kalimantan Selatan.
Tahapan Pengadaan Tanah Mulai Disiapkan
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Robby Cahyadi, menjelaskan bahwa saat ini tahapan penting dalam proses persiapan pengadaan tanah telah diselesaikan. Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) sudah rampung dan menjadi dasar untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Setelah DPPT selesai, pemerintah akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta pemerintah kabupaten dan kota terkait untuk memastikan proses berjalan sesuai regulasi. Tahapan pengadaan tanah ini menjadi fondasi utama sebelum konstruksi fisik dapat dilakukan secara menyeluruh.
Estimasi Anggaran dan Penilaian Lahan
Dalam perhitungan awal yang disusun oleh konsultan, kebutuhan anggaran untuk pengadaan tanah diperkirakan mencapai sekitar Rp75 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk proses pembebasan lahan yang menjadi jalur proyek.
Tim appraisal akan dilibatkan dalam proses penilaian lahan agar kompensasi yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan nilai wajar. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip yang diutamakan dalam setiap tahap pengadaan tanah.
Spesifikasi dan Panjang Jalan
Jalan Lintas Tengah direncanakan memiliki panjang kurang lebih 30 kilometer dengan lebar mencapai 40 meter. Dimensi tersebut dirancang untuk mendukung kapasitas kendaraan dalam jangka panjang, termasuk kendaraan logistik dan angkutan berat.
Pada tahap awal pelaksanaan, fokus pembangunan diarahkan pada akses dari Mali-Mali di Kabupaten Banjar hingga kawasan Sirkuit Balipat di Rantau, Kabupaten Tapin. Titik outlet atau akses keluar direncanakan berada di sekitar kawasan sirkuit, sehingga dapat menghubungkan berbagai simpul aktivitas ekonomi.
Bagian dari Akses Lintas Pulau Kalimantan
Jalan Lintas Tengah juga disebut sebagai bagian dari akses Jalan Lintas Pulau Kalimantan. Proyek ini tidak hanya berdampak pada wilayah Banua Anam, tetapi juga memiliki potensi strategis dalam memperkuat jaringan transportasi regional.
Dengan konektivitas yang lebih baik, arus barang dan jasa antarwilayah dapat berlangsung lebih efisien. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan Selatan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemerintah Provinsi Kalsel meyakini bahwa pembangunan Jalan Lintas Tengah akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tengah. Akses transportasi yang lancar dapat menarik investasi, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja.
Distribusi logistik yang lebih efisien juga akan menekan biaya transportasi dan meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan demikian, proyek ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Target Rampung dan Dinamika Lapangan
Target penyelesaian proyek ditetapkan pada akhir masa jabatan gubernur, yakni pada 2028. Namun, pemerintah tetap mempertimbangkan dinamika di lapangan, termasuk proses pengadaan tanah dan kondisi teknis lainnya.
Percepatan pembangunan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kualitas konstruksi terjamin. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana.
Komitmen Penguatan Infrastruktur
Pembangunan Jalan Lintas Tengah menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur transportasi. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan yang menitikberatkan pada peningkatan konektivitas dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Dengan rampungnya proyek ini, konektivitas kawasan Banua Anam diharapkan semakin optimal. Jalan baru tersebut bukan hanya sekadar jalur transportasi, tetapi juga simbol penguatan ekonomi dan integrasi wilayah di Kalimantan Selatan.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online
