Awal Pekerjaan Relokasi Kabel di Jalan Kartini
Pemerintah Kota Depok mulai merealisasikan program relokasi kabel udara ke bawah tanah di kawasan strategis Jalan Kartini dan Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas (Panmas). Sejak Rabu pagi, sejumlah pekerja terlihat melakukan penggalian tanah di sepanjang ruas Jalan Kartini sebagai tahap awal pemindahan jaringan utilitas telekomunikasi yang selama ini membentang di udara.
Program ini menjadi bagian dari upaya penataan kota yang lebih modern, aman, dan tertib. Kabel-kabel udara yang selama ini semrawut dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan, merusak estetika kawasan, serta rawan menimbulkan gangguan layanan saat terjadi cuaca ekstrem.
Target Waktu dan Ruas Jalan yang Dikerjakan
Relokasi kabel udara ini dijadwalkan berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2025. Dua ruas jalan utama yang menjadi fokus pekerjaan adalah Jalan Kartini dan Jalan Pemuda, yang dikenal sebagai jalur padat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan lalu lintas harian warga Depok.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok (DPUPR) Kota Depok, Citra Indah Yulianty, menyampaikan bahwa penjadwalan bertahap dilakukan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan besar terhadap mobilitas masyarakat.
“Relokasi ini kami rancang bertahap dan terukur. Tujuannya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, sementara penataan utilitas bisa dilakukan secara optimal,” jelasnya.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Program relokasi kabel ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta. PT Pragata Makmur Persada ditunjuk sebagai pelaksana proyek, bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) yang menaungi para operator jaringan telekomunikasi.
Kolaborasi ini dinilai penting mengingat banyaknya operator yang memiliki jaringan kabel di kawasan tersebut. Dengan sistem ducting bersama di bawah tanah, seluruh kabel telekomunikasi akan ditata lebih rapi dan terintegrasi, sehingga memudahkan perawatan di masa mendatang.
Groundbreaking dan Komitmen Pemkot Depok
Program relokasi kabel udara ke bawah tanah ini diawali dengan kegiatan groundbreaking yang dilakukan oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, di Jalan Pemuda pada pertengahan Agustus 2025. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa penataan utilitas merupakan bagian dari visi besar pembangunan kota Depok yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Menurut Supian Suri, penataan kabel bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan publik dan efisiensi tata kota. Kabel udara yang semrawut kerap menjadi penyebab kecelakaan, tersangkut kendaraan besar, atau roboh saat hujan deras dan angin kencang.
Alasan Relokasi Kabel ke Bawah Tanah
Relokasi kabel udara ke bawah tanah memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain:
- Keamanan publik – Mengurangi risiko kabel putus atau jatuh yang dapat membahayakan pejalan kaki dan pengendara.
- Kelancaran lalu lintas – Tidak ada lagi kabel melintang rendah yang mengganggu kendaraan tinggi seperti truk atau bus.
- Estetika kota – Tampilan jalan menjadi lebih rapi dan nyaman dipandang, mendukung citra kota modern.
- Keandalan jaringan – Kabel bawah tanah lebih terlindungi dari cuaca ekstrem, sehingga gangguan layanan dapat diminimalkan.
Citra Indah Yulianty menambahkan bahwa penataan utilitas ini juga sejalan dengan konsep pembangunan kota cerdas (smart city), di mana infrastruktur dasar harus tertata dengan baik untuk mendukung layanan digital.
Dampak Sementara bagi Masyarakat
Selama masa pengerjaan, Pemkot Depok mengakui akan ada dampak sementara seperti penyempitan jalan, pengalihan arus lalu lintas, atau gangguan akses ke beberapa titik usaha dan permukiman. Namun, DPUPR memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilengkapi dengan rambu pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek dan mengikuti petunjuk yang telah disediakan. Pemerintah juga membuka kanal pengaduan bagi warga yang terdampak langsung agar solusi dapat segera dicarikan.
Penataan Utilitas sebagai Investasi Jangka Panjang
Relokasi kabel ke bawah tanah bukan sekadar proyek fisik jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang bagi kota Depok. Dengan sistem utilitas yang tertata, biaya perawatan jaringan di masa depan dapat ditekan, dan risiko kerusakan infrastruktur akibat faktor eksternal dapat diminimalkan.
Selain itu, kawasan Jalan Kartini dan Jalan Pemuda diharapkan dapat berkembang menjadi koridor kota yang lebih nyaman bagi pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna transportasi umum.
Harapan Setelah Proyek Rampung
Pemkot Depok menargetkan seluruh pekerjaan relokasi kabel udara ke bawah tanah di dua ruas jalan tersebut rampung pada Desember 2025. Setelah itu, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat nyata berupa jalan yang lebih rapi, aman, dan mendukung aktivitas ekonomi serta sosial.
Program ini juga direncanakan menjadi percontohan untuk kawasan lain di Depok. Jika berhasil, relokasi kabel udara ke bawah tanah akan diperluas ke ruas-ruas jalan strategis lainnya, sebagai bagian dari transformasi wajah kota Depok menuju kota yang lebih modern dan tertata.
Baca Juga : Distribusi LPG Terhambat Jalan Rusak di Bener Meriah
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : revisednews

