Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyampaikan kabar penting bagi masyarakat Aceh, khususnya pengguna jalan lintas tengah. Ruas jalan Takengon–Bireuen yang sebelumnya sempat mengalami gangguan kini telah kembali dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda enam. Pembukaan kembali akses ini mencakup kawasan rawan di Tenge Besi dan Umah Besi, yang selama beberapa waktu terakhir menjadi perhatian akibat kondisi jalan yang terdampak cuaca ekstrem dan bencana alam.

Informasi tersebut disampaikan pada Kamis (25/12/2025) oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bener Meriah, Abdul Kadir, melalui Kepala Bidang Pembinaan Prasarana dan Keselamatan Dishub Bener Meriah, Lukman Hakim. Ia menyebutkan bahwa pembukaan kembali jalan ini merupakan hasil dari koordinasi lintas instansi serta kerja intensif tim di lapangan.

Jalur Strategis Penghubung Antarwilayah

Ruas Takengon–Bireuen memiliki peran vital sebagai jalur penghubung strategis antara wilayah dataran tinggi Aceh Tengah dan kawasan pesisir utara Aceh. Jalan ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga akses layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.

Dengan kembali dibukanya akses jalan tersebut, arus transportasi barang dan jasa di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya diharapkan kembali lancar. Masyarakat pun menyambut baik kabar ini, mengingat selama penutupan atau pembatasan akses, aktivitas ekonomi sempat terganggu dan waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama.

Kondisi Jalan Belum Sepenuhnya Normal

Meski demikian, Dishub Kabupaten Bener Meriah menegaskan bahwa kondisi jalan belum sepenuhnya aman dan stabil. Di sepanjang ruas Takengon–Bireuen masih terdapat sejumlah titik yang permukaan jalannya rawan, terutama di kawasan Tenge Besi dan Umah Besi. Beberapa bagian jalan masih membutuhkan penanganan lanjutan untuk memastikan keselamatan jangka panjang bagi pengguna jalan.

“Pengguna jalan kami imbau agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, perhatikan kondisi sekitar, dan patuhi rambu-rambu yang telah dipasang,” ujar Lukman Hakim.

Selain faktor kondisi jalan, Dishub juga mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas sejak akses kembali dibuka. Lonjakan kendaraan ini berpotensi menimbulkan kepadatan, terutama pada jam-jam tertentu, sehingga kehati-hatian ekstra sangat diperlukan.

Akses Jalur KKA Masih Diberlakukan Buka-Tutup

Sementara itu, akses dari Aceh Utara menuju Kabupaten Bener Meriah melalui ruas jalan KKA juga telah dapat dilalui kendaraan. Namun, berbeda dengan jalur Takengon–Bireuen, pada ruas ini masih diberlakukan sistem buka-tutup jalan. Kebijakan tersebut diterapkan karena masih terdapat beberapa titik wih pase yang sedang dalam proses penanganan oleh tim penanggulangan bencana.

Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan serta mendukung percepatan perbaikan, ruas jalan KKA untuk sementara diberlakukan penutupan pada pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB. Di luar jam tersebut, akses dibuka secara terbatas dengan pengawasan petugas.

Peran Pemerintah dan Tim Lapangan

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyebutkan bahwa pembukaan kembali akses jalan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga aparat keamanan. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor, memperbaiki badan jalan, dan memastikan jalur dapat dilalui kendaraan besar.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga meskipun kondisi cuaca masih berpotensi ekstrem.

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak mendukung. Pengguna jalan diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dan terkini terkait kondisi lalu lintas, baik melalui kanal pemerintah daerah maupun petugas di lapangan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami berharap masyarakat bersabar dan mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur-jalur ini hingga kondisi benar-benar normal,” tambah Lukman Hakim.

Selain itu, pengemudi kendaraan besar seperti truk dan bus diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintas, mengingat medan jalan pegunungan memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan jalur datar.

Harapan Pemulihan Berkelanjutan

Dengan dibukanya kembali ruas jalan Takengon–Bireuen, pemerintah daerah berharap aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal secara bertahap. Namun, pemulihan infrastruktur tidak berhenti pada pembukaan akses semata. Penanganan lanjutan dan perbaikan permanen tetap diperlukan agar jalur strategis ini lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di jalur-jalur rawan longsor. Masyarakat pun diharapkan menjadi mitra aktif dengan melaporkan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Pembukaan kembali akses Takengon–Bireuen menjadi kabar baik di tengah tantangan cuaca dan geografis Aceh. Meski belum sepenuhnya normal, langkah ini menunjukkan upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga : Truk Tanpa Terpal Disikat Polisi, Keselamatan Jalan Dipertaruhkan

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritajalan