Mengenal Saham Gorengan: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Menghindarinya

Fenomena saham gorengan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi investor ritel di pasar modal Indonesia. Di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi saham, praktik manipulasi harga masih kerap terjadi dan sering kali menimbulkan kerugian besar bagi investor yang kurang berpengalaman. Oleh karena itu, memahami karakteristik saham gorengan sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi modal dan membangun portofolio yang sehat.

Saham gorengan biasanya terlihat menarik karena pergerakan harganya yang agresif dan cepat. Namun di balik lonjakan tersebut, sering kali tidak ada dasar fundamental yang kuat. Investor yang terlambat menyadari pola ini berisiko terjebak pada harga puncak dan menanggung kerugian signifikan ketika harga tiba-tiba anjlok.


Pengertian Saham Gorengan

Saham gorengan adalah istilah populer untuk saham yang harga dan volume perdagangannya dimanipulasi secara sengaja oleh sekelompok pihak tertentu, yang kerap disebut sebagai bandar. Tujuan utama praktik ini adalah menciptakan ilusi seolah-olah saham tersebut sedang diminati pasar dan memiliki prospek cerah.

Skema yang umum terjadi adalah menaikkan harga secara bertahap atau cepat agar menarik minat investor ritel. Setelah minat dan likuiditas meningkat, pihak yang mengendalikan saham tersebut akan menjual kepemilikannya secara masif. Aksi ini dikenal sebagai pump and dump, yang berujung pada penurunan harga tajam dan meninggalkan kerugian bagi investor yang masuk di tahap akhir.

Praktik manipulasi pasar sejatinya dilarang dalam Undang-Undang Pasar Modal. Namun, pembuktiannya tidak mudah karena sering dilakukan dengan teknik yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Inilah yang membuat saham gorengan masih menjadi ancaman nyata di pasar saham.


Ciri-ciri Saham Gorengan yang Perlu Diwaspadai

Berikut beberapa ciri utama saham gorengan yang kerap dijadikan acuan oleh pelaku pasar, salah satunya dirangkum dari materi edukasi sekuritas seperti Mirae Sekuritas:

1. Kenaikan harga tidak masuk akal dalam waktu singkat
Harga saham dapat melonjak puluhan hingga ratusan persen hanya dalam hitungan hari atau minggu tanpa adanya kabar fundamental positif. Lonjakan ini umumnya dipicu euforia, bukan kinerja perusahaan.

2. Kapitalisasi pasar dan ekuitas relatif kecil
Saham dengan kapitalisasi kecil lebih mudah dikendalikan karena membutuhkan dana lebih sedikit untuk menggerakkan harga. Biasanya saham semacam ini berada di papan pengembangan atau akselerasi Bursa Efek Indonesia.

3. Lonjakan volume transaksi tanpa alasan jelas
Volume perdagangan yang tiba-tiba meningkat drastis tanpa pengumuman penting atau laporan keuangan yang signifikan patut dicurigai sebagai likuiditas semu.

4. Tidak didukung kinerja keuangan yang sehat
Perusahaan sering kali mencatat laba minim, merugi, atau memiliki prospek bisnis yang tidak jelas. Kenaikan harga yang ekstrem menjadi kontradiksi dengan kondisi fundamental tersebut.

5. Hype berlebihan di media sosial
Promosi agresif di Telegram, X, YouTube, atau grup investasi sering menyertai saham gorengan. Narasi yang digunakan biasanya bombastis, menjanjikan keuntungan cepat, dan minim analisis.

6. Pola grafik pump and dump
Pergerakan harga cenderung naik vertikal dalam waktu singkat, lalu turun tajam tanpa proses konsolidasi wajar. Pola ini klasik dan sering berulang.

7. Indikasi keterlibatan insider atau oknum tertentu
Meski sulit dibuktikan, praktik seperti marking the close atau wash trading kerap digunakan untuk menciptakan ilusi aktivitas pasar.


Mengapa Saham Gorengan Berbahaya bagi Investor Ritel

Saham gorengan berbahaya karena memanfaatkan psikologi investor, terutama rasa takut ketinggalan (fear of missing out). Investor yang membeli tanpa analisis cenderung masuk di harga tinggi dan kesulitan keluar ketika harga mulai turun drastis.

Selain kerugian finansial, pengalaman terjebak saham gorengan juga dapat merusak kepercayaan investor terhadap pasar modal secara keseluruhan. Inilah sebabnya edukasi dan literasi keuangan menjadi sangat penting.


Tips Menghindari Saham Gorengan

Agar terhindar dari jebakan saham gorengan, investor dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

Utamakan analisis fundamental
Pelajari laporan keuangan, model bisnis, dan prospek jangka panjang perusahaan. Jangan membeli saham hanya karena harga naik cepat.

Waspadai pendorong harga
Jika harga saham melonjak, cari tahu penyebabnya. Ketiadaan alasan fundamental merupakan sinyal peringatan.

Verifikasi informasi secara mandiri
Jangan mudah percaya rekomendasi di media sosial atau grup investasi. Gunakan sumber resmi dan analisis pribadi.

Perhatikan volume dan pola transaksi
Lonjakan volume yang tidak wajar tanpa berita perusahaan perlu diwaspadai.

Kenali papan pencatatan saham
Saham di papan utama umumnya memiliki likuiditas dan pengawasan lebih baik dibanding papan akselerasi atau pengembangan.

Bangun pola pikir jangka panjang
Fokus pada investasi berbasis nilai dan pertumbuhan bisnis. Hindari spekulasi jangka pendek tanpa perhitungan matang.


Penutup

Saham gorengan merupakan realitas yang masih ada di pasar modal Indonesia dan dapat menimbulkan kerugian besar bagi investor yang kurang waspada. Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, serta strategi pencegahannya, investor ritel dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.

Disiplin dalam analisis, kehati-hatian terhadap euforia pasar, serta fokus pada tujuan investasi jangka panjang akan membantu investor membangun portofolio yang lebih stabil dan berkelanjutan, sekaligus menjauh dari jebakan saham gorengan.

Baca Juga : DPR Minta Tersangka Lain Penganiaya Nenek Saudah Ditangkap

Cek Juga Artikel Dari Platform :ย faktagosip