Warga Sepatan Timur Digegerkan Penemuan Mayat

Warga Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, digemparkan oleh penemuan jasad seorang nenek berusia 75 tahun di halaman rumahnya sendiri. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka-luka di tubuh dan wajah serta bersimbah darah, yang diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Saat didekati, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban Alami Luka di Tubuh dan Wajah

Kapolsek Sepatan, AKP Fahyani, membenarkan adanya temuan jasad tersebut. Ia menyebut korban berinisial LHN (75) ditemukan dengan sejumlah luka yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan.

“Korban saat ditemukan kondisinya ada luka-luka di tubuh dan muka,” ujar Fahyani saat dikonfirmasi, Minggu.

Luka-luka tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa korban meninggal dunia akibat penganiayaan berat, bukan karena sebab alami.

Polisi Temukan Barang Bukti di Lokasi

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Di sekitar tubuh korban ditemukan kayu balok dan potongan batu hebel yang terdapat bercak darah.

Barang-barang tersebut langsung diamankan oleh polisi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian guna menjaga TKP tetap steril.

Anjing Pelacak Dikerahkan

Untuk mengungkap pelaku dan motif pembunuhan, kepolisian mengerahkan anjing pelacak (K9). Upaya ini dilakukan untuk menelusuri jejak terduga pelaku yang diduga melarikan diri setelah melakukan aksinya.

“Anjing pelacak dikerahkan untuk mencari terduga pelaku serta motif dari dugaan pembunuhan tersebut,” jelas Fahyani.

Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat dalam mengungkap kasus yang menggegerkan warga setempat tersebut.

Jasad Dibawa ke Rumah Sakit untuk Autopsi

Usai olah TKP, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Proses ini bertujuan memastikan penyebab pasti kematian korban serta jenis luka yang dialami.

Hasil autopsi nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam menetapkan konstruksi perkara dan menguatkan dugaan tindak pidana pembunuhan.

Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain mengumpulkan barang bukti, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Para saksi dimintai keterangan terkait aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia, serta kemungkinan orang asing atau hal mencurigakan yang terlihat di lingkungan tersebut.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Tidak ada harta benda korban yang hilang,” ungkap Fahyani.

Tidak ditemukannya barang berharga yang hilang menguatkan dugaan bahwa motif pembunuhan bukanlah perampokan, melainkan kemungkinan motif lain yang masih didalami penyidik.

Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Pihak kepolisian mengimbau warga Kampung Kelor dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak berspekulasi terkait kasus ini. Warga juga diminta segera melapor jika mengetahui informasi sekecil apa pun yang dapat membantu proses penyelidikan.

Kehadiran polisi di lokasi masih terus dilakukan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Penutup

Kasus penemuan nenek tewas bersimbah darah di Sepatan Timur menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dengan ditemukannya barang bukti, dikerahkannya anjing pelacak, serta pemeriksaan saksi-saksi, polisi berharap dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.

Penyelidikan masih terus berlangsung, sementara masyarakat menanti hasil pengusutan tuntas atas kasus pembunuhan yang mengusik rasa aman warga Tangerang.

Baca Juga : Kolaborasi Bioenergi Dorong Target Cofiring PLTU Nasional

Cek Juga Artikel Dari Platform : ketapangnews