Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan komitmennya dalam memperkuat konektivitas wilayah melalui penyelesaian proyek perbaikan empat ruas jalan strategis pada tahun 2025. Proyek tersebut dilaksanakan oleh DPUPRKP Gunungkidul dengan total anggaran mencapai Rp7,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.

Meski pengerjaan fisik dilakukan pada triwulan keempat, seluruh proyek dipastikan rampung sebelum pergantian tahun. Pemerintah daerah menilai keberhasilan penyelesaian tepat waktu ini sebagai capaian penting dalam menjaga kualitas layanan infrastruktur dasar bagi masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, menjelaskan bahwa pemilihan ruas jalan yang diperbaiki telah melalui kajian kebutuhan masyarakat, tingkat kerusakan, serta perannya dalam menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.


Empat Ruas Jalan Strategis yang Diperbaiki

Wadiyana merinci empat ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan sepanjang 2025. Ruas pertama adalah Jalan Umbulrejo–Genjahan di Kapanewon Ponjong dengan nilai anggaran Rp3,5 miliar. Ruas ini dikenal sebagai jalur vital penghubung antarwilayah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dan rawan kecelakaan.

Ruas kedua, Jalan Playen–Gembol, mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar. Jalan ini berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama distribusi hasil pertanian dan mobilitas harian masyarakat.

Ruas ketiga adalah Jalan Kenteng–Tambakromo di Kapanewon Ponjong dengan anggaran Rp390 juta. Meski nilai proyek relatif kecil, perbaikan ruas ini dinilai strategis karena menjadi akses utama warga desa menuju pusat layanan publik.

Sementara itu, perbaikan keempat dilakukan di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, dengan anggaran Rp1,6 miliar. Ruas ini menjadi akses penting menuju kawasan wisata unggulan Gunungkidul yang setiap tahunnya dikunjungi ribuan wisatawan.

“Keempat ruas jalan ini dipilih karena memiliki dampak langsung terhadap keselamatan, aksesibilitas, dan pergerakan ekonomi masyarakat,” ujar Wadiyana.


Efisiensi Melalui Sistem E-Katalog

Salah satu faktor yang mendukung percepatan penyelesaian proyek adalah penggunaan mekanisme pengadaan melalui e-katalog. Sistem ini memungkinkan penunjukan rekanan secara lebih cepat dan transparan dibandingkan proses lelang konvensional.

Menurut Wadiyana, e-katalog memangkas waktu birokrasi secara signifikan sehingga pengerjaan fisik dapat segera dimulai meski anggaran baru tersedia pada APBD Perubahan.

“Dengan e-katalog, proses pengadaan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi aspek kepatuhan terhadap regulasi. Semua tahapan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas belanja infrastruktur sekaligus memastikan kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga.


Fokus pada Keselamatan dan Aksesibilitas

Selain memperbaiki kondisi jalan rusak, DPUPRKP Gunungkidul juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Permukaan jalan yang sebelumnya berlubang dan bergelombang telah direkonstruksi agar lebih rata dan nyaman dilalui.

Perbaikan tersebut diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di ruas-ruas yang selama ini dikenal rawan insiden akibat kondisi jalan yang kurang layak.

“Target kami bukan hanya jalan menjadi mulus, tetapi juga aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, baik pengendara roda dua maupun roda empat,” tambah Wadiyana.


Bupati Resmikan dan Tekankan Dampak Ekonomi

Hasil pengerjaan empat ruas jalan tersebut telah diresmikan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih. Dalam peresmian tersebut, Bupati yang akrab disapa Mbak Endah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan program prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, jalan yang baik dan layak akan memperlancar arus barang dan jasa, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor pariwisata.

“Rekonstruksi ini bertujuan meningkatkan kualitas jalan agar keamanan dan kenyamanan pengguna semakin baik. Dengan jalan yang mulus, produktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor dapat tumbuh lebih pesat,” ujar Endah.


Dukungan Pariwisata dan Pemerataan Pembangunan

Perbaikan akses menuju kawasan Pantai Sepanjang dinilai memiliki dampak strategis bagi sektor pariwisata Gunungkidul. Infrastruktur jalan yang lebih baik akan memudahkan wisatawan berkunjung, meningkatkan lama tinggal, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sekitar kawasan wisata.

Pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi merata hingga ke kawasan pedesaan dan destinasi wisata. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil oleh seluruh lapisan masyarakat.


Imbauan kepada Masyarakat

Di akhir pernyataannya, Bupati Endah mengimbau masyarakat agar turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun dengan menggunakan jalan secara bijak dan mematuhi aturan lalu lintas.

“Manfaatkan jalan ini dengan baik dan tetap taati batas kecepatan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pesannya.

Dengan rampungnya empat ruas jalan strategis pada 2025, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul optimistis kualitas konektivitas wilayah akan semakin baik dan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga : Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir Sumatera Dipercepat

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : faktagosip