Proyek Jalan Belum Rampung, Risiko Kecelakaan Meningkat

Proses perbaikan jalan di wilayah Lumajang kembali menjadi sorotan setelah seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya selesai. Insiden tersebut terjadi di kawasan Kecamatan Tempeh, di mana material pasir dari proyek perbaikan jalan masih berserakan di badan jalan.

Tumpukan pasir yang meluber ke jalur lalu lintas membuat permukaan jalan menjadi licin dan berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua. Akibat kurangnya kewaspadaan, seorang perempuan dilaporkan terpeleset saat melintas, sehingga sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.


Pengendara Terpeleset, Motor Rusak

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika korban melintas di ruas jalan yang baru saja diperbaiki. Meski secara kasat mata jalan terlihat lebih mulus dibanding sebelumnya, ternyata masih terdapat pasir proyek yang belum dibersihkan secara maksimal.

Saat melintas di titik tersebut, ban sepeda motor korban kehilangan daya cengkeram akibat pasir halus yang menutupi aspal. Korban pun terjatuh dan terseret beberapa meter.

“Motornya bagian depan pecah dan ada beberapa goresan,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Beruntung, korban tidak mengalami luka serius. Ia hanya menderita lecet di beberapa bagian tubuh dan masih bisa mendapatkan pertolongan dengan cepat dari warga sekitar.


Pasir Proyek Jadi Ancaman Tersembunyi

Material pasir yang berserakan di jalan menjadi ancaman tersembunyi bagi pengguna jalan. Bagi pengendara motor, pasir halus sangat berisiko karena dapat menyebabkan ban selip, terutama saat melaju dengan kecepatan sedang hingga tinggi.

Kondisi ini semakin berbahaya ketika pengendara tidak siap menjaga keseimbangan atau mendadak melakukan pengereman. Dalam beberapa kasus, pengendara baru menyadari adanya pasir setelah ban mulai tergelincir, sehingga sulit menghindari kecelakaan.

“Kalau tidak benar-benar fokus, bisa langsung jatuh. Jalannya memang kelihatan bagus, tapi pasirnya licin,” ungkap salah seorang pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut.


Proyek Masih Berlangsung, Belum 100 Persen Selesai

Warga setempat menyebutkan bahwa proyek perbaikan jalan di Kecamatan Tempeh memang masih dalam tahap pengerjaan. Sejumlah material seperti pasir dan kerikil masih berada di sekitar lokasi karena proses pengaspalan dan pemadatan belum sepenuhnya rampung.

“Karna masih proses jadi belum 100% selesai. Selalu hati-hati, meski jalan udah mulus,” tulis seorang warga dalam kolom komentar yang beredar di media sosial.

Situasi ini menimbulkan dilema bagi pengguna jalan. Di satu sisi, perbaikan jalan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan. Namun di sisi lain, jika tidak disertai pengamanan yang memadai, proyek justru menimbulkan risiko kecelakaan baru.


Minim Rambu dan Peringatan

Salah satu keluhan warga adalah minimnya rambu peringatan di sekitar lokasi proyek. Tidak semua titik yang masih dipenuhi material pasir diberi tanda khusus atau pembatas yang jelas.

Akibatnya, pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan sebelumnya berpotensi lengah. Terlebih pada malam hari atau saat hujan, pasir di atas aspal menjadi semakin licin dan sulit terlihat.

Warga berharap pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait dapat memasang rambu peringatan tambahan, seperti papan informasi proyek, pembatas jalan, atau tanda bahaya agar pengguna jalan lebih waspada.


Dampak Psikologis bagi Pengendara

Selain risiko fisik, kondisi jalan yang belum aman juga berdampak pada psikologis pengendara. Banyak pengguna motor mengaku merasa waswas setiap kali melintas di area perbaikan jalan.

Ketidakpastian kondisi jalan membuat pengendara harus ekstra hati-hati, mengurangi kecepatan secara signifikan, dan menjaga jarak dengan kendaraan lain. Hal ini tentu berpengaruh pada kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

“Takutnya sudah hati-hati, tapi tiba-tiba ban selip karena pasir,” ujar seorang pengendara motor.


Perbaikan Jalan Perlu Disertai Standar Keselamatan

Perbaikan infrastruktur jalan merupakan langkah penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pelaksanaannya perlu memperhatikan standar keselamatan selama masa konstruksi.

Pembersihan material sisa proyek secara berkala, pemasangan rambu yang memadai, serta pengaturan lalu lintas sementara menjadi aspek penting agar perbaikan tidak justru memicu kecelakaan.

Pengamat transportasi menilai bahwa fase transisi dari jalan rusak ke jalan baru sering kali menjadi periode paling berbahaya jika tidak dikelola dengan baik.


Imbauan untuk Pengguna Jalan

Sementara menunggu proyek rampung sepenuhnya, pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan perbaikan jalan, khususnya di Kecamatan Tempeh.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Mengurangi kecepatan saat melihat permukaan jalan tidak rata atau berpasir
  • Menghindari pengereman mendadak
  • Menjaga jarak aman dengan kendaraan lain
  • Menggunakan helm dan perlengkapan keselamatan secara lengkap

Warga juga berharap pihak terkait segera menyelesaikan perbaikan jalan secara menyeluruh dan memastikan kondisi jalan benar-benar aman sebelum digunakan secara penuh.


Harapan Warga Lumajang

Masyarakat Lumajang menyambut baik adanya perbaikan jalan yang selama ini dinanti. Namun mereka berharap proses pengerjaan tidak mengorbankan keselamatan pengguna jalan.

Dengan pengawasan yang lebih ketat dan penyelesaian proyek tepat waktu, perbaikan jalan diharapkan benar-benar memberikan manfaat maksimal, bukan justru menambah daftar kecelakaan lalu lintas.

Selama proses masih berlangsung, kewaspadaan bersama antara pelaksana proyek, pemerintah daerah, dan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.

Baca Juga : Rp170 M Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Muba–Mura

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : kabarsantai