Kepolisian Republik Indonesia kembali memperkuat perannya dalam penanganan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Kali ini, penguatan difokuskan pada wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir. Langkah ini ditandai dengan apel pemberangkatan personel Polri yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Apel tersebut menjadi simbol kesiapsiagaan institusi Polri dalam merespons bencana, sekaligus memastikan bahwa seluruh personel, peralatan, dan sarana pendukung siap diterjunkan ke wilayah terdampak. Momentum ini juga menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.


Apel Kesiapsiagaan Dipimpin Wakapolri

Apel pemberangkatan personel dipimpin langsung oleh Dedi Prasetyo, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dan digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Apel ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolri agar Polri memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi dan menangani dampak bencana alam.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wakapolri menegaskan bahwa apel ini merupakan bagian dari rangkaian apel kesiapsiagaan nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Kapolri.

“Sesuai perintah Bapak Kapolri, hari ini Polri kembali melaksanakan apel kesiapsiagaan sekaligus apel pemberangkatan personel dalam rangka penanggulangan bencana alam. Ini adalah komitmen Polri untuk selalu siap merespons secara cepat dan tepat,” ujar Dedi Prasetyo.


Evaluasi Satu Bulan Penanganan Bencana

Wakapolri menjelaskan bahwa keputusan menambah kekuatan personel didasarkan pada hasil evaluasi penanganan bencana selama satu bulan terakhir. Dari evaluasi tersebut, terlihat bahwa intensitas tugas di lapangan cukup tinggi dan membutuhkan dukungan tambahan.

Atas dasar itu, Polri memutuskan untuk memberangkatkan total 1.500 personel guna memperkuat penanganan pascabencana di wilayah Sumatera. Penguatan ini juga merespons permintaan dari badan penanggulangan bencana agar Mabes Polri menambah dua batalion personel.

“Secara keseluruhan, hingga akhir tahun ini Polri menyiapkan dan memberangkatkan 1.500 personel untuk penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” jelas Wakapolri.


Fokus Penguatan di Wilayah Terdampak Berat

Personel tambahan tersebut akan difokuskan untuk memperkuat wilayah-wilayah yang terdampak paling parah. Di Aceh, penguatan diarahkan ke wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, personel akan ditempatkan di sejumlah kabupaten yang masih menghadapi dampak lanjutan bencana.

Penguatan personel ini tidak hanya bersifat sementara. Wakapolri menyebut bahwa pengiriman personel tambahan direncanakan akan berlanjut hingga Januari dan Februari 2026, menyesuaikan dengan dinamika situasi di lapangan.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proses pemulihan pascabencana dapat berjalan berkelanjutan dan tidak terhenti akibat keterbatasan sumber daya manusia.


Jaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Personel

Wakapolri menekankan bahwa penambahan personel sangat dibutuhkan karena personel organik di wilayah terdampak telah bertugas hampir selama satu bulan penuh. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan, baik secara fisik maupun psikologis.

“Rekan-rekan kita di lapangan sudah mengalami tingkat kelelahan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pengiriman personel baru diperlukan agar keberlangsungan dan efektivitas tugas kemanusiaan tetap terjaga,” ujarnya.

Dengan rotasi dan penambahan personel, Polri berharap seluruh tugas dapat dijalankan secara optimal tanpa mengorbankan keselamatan dan kesehatan anggotanya.


Dukungan Alat Berat dan Sarana Logistik

Selain personel, Polri juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung mitigasi bencana. Dukungan tersebut meliputi alat berat untuk pembersihan material longsor dan banjir, sarana distribusi logistik, serta fasilitas pendukung lainnya.

Kapolri, kata Wakapolri, memberikan atensi khusus terhadap percepatan pengerahan alat berat dan pembangunan sumur bor di wilayah pengungsian. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak.

“Penggunaan alat berat menjadi prioritas karena pembersihan secara manual membutuhkan waktu lama, sementara cuaca masih berpotensi hujan dan banjir kembali,” tegas Wakapolri.


Prioritas Layanan Kesehatan dan Kelompok Rentan

Dalam penanganan pascabencana, Polri juga memprioritaskan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Penyediaan obat-obatan, tenaga medis, serta layanan kesehatan dasar terus diperkuat, terutama di lokasi pengungsian.

Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak, ibu-ibu, dan kelompok rentan lainnya. Pemenuhan kebutuhan dasar mereka menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan Polri di wilayah bencana.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya masalah kesehatan lanjutan akibat kondisi lingkungan pascabencana.


Peninjauan Langsung ke Lokasi Bencana

Usai memimpin apel, Wakapolri dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Medan, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, serta Agam di Sumatera Barat.

Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dan personel di lapangan terpenuhi dengan baik. Selain itu, Wakapolri ingin memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif.


Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana.

“Kehadiran Polri yang bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam situasi bencana dan menjelang bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

Langkah ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan, memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perlindungan dan bantuan secara maksimal.

Baca Juga : Jumat Berkah Polsek Penjaringan, Polisi Berbagi Makanan

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : petanimal