Longsor Putus Akses Desa Tempur Jepara
Bencana tanah longsor melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, yang mengakibatkan ribuan warga terisolasi. Sedikitnya 3.522 jiwa terjebak di dalam desa setelah akses utama penghubung antardesa tertutup material longsor di puluhan titik.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan sejak Jumat. Kondisi tanah yang jenuh air menyebabkan lereng di sekitar desa runtuh dan menimbun badan jalan, bahkan menyeret sebagian infrastruktur vital.
Puluhan Titik Longsor Tutup Jalur Penghubung
Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa sedikitnya 18 titik longsor menutup jalur utama yang menghubungkan Desa Tempur dengan wilayah sekitarnya.
Selain tertimbun longsor, kondisi jalan semakin parah karena sebagian badan jalan hilang terseret arus sungai. Tercatat sepanjang 50 meter jalan amblas, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
“Bencana ini membuat jalur penghubung antardesa terputus total dan warga tidak bisa keluar masuk Desa Tempur,” ujar Arwin.
Sungai Gelis Berpindah Alur, Jembatan Terancam
Kerusakan terparah terjadi di sekitar Sungai Gelis. Arwin mengungkapkan, aliran sungai berpindah akibat derasnya debit air, menggerus badan jalan hingga kedalaman mencapai enam meter.
“Titik kritis lain berada di lokasi Jembatan Mbah Sujak, jalan terkikis sedalam enam meter akibat sungai yang berpindah aliran,” terang Arwin.
Kondisi ini membuat jembatan tersebut berada dalam ancaman serius dan tidak dapat dilalui, sehingga memperparah keterisolasian desa.
Rumah Warga Rusak dan Listrik Padam Total
Dampak longsor tidak hanya merusak akses transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada permukiman warga. BPBD Jepara mencatat enam rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari dinding retak hingga bagian bangunan yang terdampak longsoran tanah.
Selain itu, jaringan listrik di Desa Tempur padam total akibat robohnya sejumlah tiang listrik. Kondisi ini membuat aktivitas warga semakin terbatas, terutama pada malam hari, serta menyulitkan komunikasi dan koordinasi bantuan.
Penanganan Darurat Terus Dilakukan
Saat ini, BPBD Kabupaten Jepara bersama tim gabungan terus melakukan penanganan darurat di lokasi bencana. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari koordinasi lintas instansi, asesmen kerusakan, hingga pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional.
BPBD juga telah membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga yang terisolasi. Sementara itu, satu unit alat berat jenis excavator dikerahkan untuk mempercepat proses pembukaan akses jalan.
Namun demikian, proses pembersihan menghadapi tantangan besar akibat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
“Pembersihan material longsor di titik pertama dilakukan malam tadi, namun belum selesai karena kondisi cuaca,” ujar Arwin.
Medan Sulit Hambat Proses Evakuasi
Letak Desa Tempur yang berada di kawasan perbukitan membuat proses penanganan tidak mudah. Akses sempit, lereng curam, dan potensi longsor susulan menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
BPBD Jepara juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi tanah untuk mengantisipasi longsor lanjutan yang dapat membahayakan petugas maupun warga.
Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD mengimbau warga Desa Tempur untuk tetap waspada dan menghindari area rawan longsor, terutama di sekitar lereng dan bantaran sungai. Warga juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan atau pohon yang mulai miring.
Pemerintah daerah memastikan upaya pembukaan akses jalan dan pemulihan infrastruktur akan terus dilakukan hingga Desa Tempur kembali terhubung dengan wilayah luar.
Penutup
Bencana longsor yang mengisolasi ribuan warga Desa Tempur menjadi pengingat akan tingginya kerentanan wilayah perbukitan Jepara terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan curah hujan yang masih berpotensi tinggi, kewaspadaan dan penanganan cepat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak lebih lanjut.
BPBD Jepara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penanganan darurat dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi hingga akses transportasi kembali normal.
Baca Juga : Waspada Scam Online, Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya
Cek Juga Artikel Dari Platform : radarjawa

